6 Ciri Ciri Pohon Alpukat

Pohon alpukat biasanya dibudidayakan dalam sebuah perkebunan monokultur. Hasil utama pohon ini adalah buahnya yang kaya akan kandungan gizi. Rasa yang lezat dan mengandung banyak gizi membuat buah alpukat sangat digemari. Kalau kamu ingin lebih mengenal ciri-ciri pohon alpukat, maka langsung simak saja ulasan lengkapnya di bawah ini.

Ciri-Ciri Pohon Alpukat

Akar

Pohon alpukat termasuk jenis tanaman berakar tunggang. Ukuran akar pohon ini terbilang besar dan langsung terhubung ke batang. Panjang akar pohon alpukat bisa tumbuh mulai dari 5 hingga 10 meter. Namun ada beberapa jenis pohon alpukat yang panjang akarnya bahkan melebihi 10 meter.

Sama seperti akar pohon pada umumnya, fungsi utama akar pohon alpukat adalah alat untuk menyerap air dan berbagai zat penting di dalam tanah yang berguna untuk pertumbuhan pohon. Selain itu, akar pohon alpukat dapat pula berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan dan tentunya penopang batang sehingga pohon bisa kokoh berdiri.

Batang

Pohon alpukat termasuk jenis pohon dengan batang berbentuk bulat yang mengandung kambium. Warna batang pohon yang bisa tumbuh mulai dari 5 hingga 8 meter ini umumnya cokelat pekat sehingga bisa cukup mudah dibedakan dengan jenis pohon lainnya.

Pohon alpukat juga termasuk jenis pohon yang memiliki banyak cabang pada batangnya. Jumlah cabang yang cukup banyak itu membuat pohon alpukat terlihat lebih rindang. Jika dilihat dari dekat, pada setiap cabangnya terdapat rambut-rambut halus.

 

Bunga

Pohon alpukat memiliki bunga yang termasuk jenis bunga majemuk. Bunga pada pohon ini juga termasuk jenis bunga berkelamin ganda, sebab dalam satu bunga terdapat kelamin jantan dan betina. Bunga pada pohon alpukat letaknya ada di ketiak daun.

Bunga pada pohon alpukat terdiri dari lima kelopak bunga sehingga membuatnya terlihat seperti bintang. Penyerbukan pada pohon alpukat tidak bisa dilakukan secara mandiri. Pohon alpukat membutuhkan serangga, hujan atau angin untuk membantu proses penyerbukan.

 

Buah

Seperti diketahui buah alpukat berwarna hijau dan ada beberapa jenis alpukat yang permukaan kulit buahnya terdapat bintik-bintik ungu. Buah alpukat berbentuk lonjong dengan ukuran mulai dari 5 hingga 20 cm. Jika sudah matang, maka tekstur daging buah alpukat terbilang cukup lunak dengan warna hijau kekuningan.

Berat buah yang kaya protein dan lemak nabati ini sekitar 200 gram hingga 400 gram. Biasanya, proses panen buah alpukat ini baru bisa dilakukan ketika pohon alpukat sudah berbunga selama 6 hingga 7 bulan.

Biji

Biji alpukat berada di bagian tengah buahnya. Biji buah ini bentuknya bulat dan mengandung cukup banyak minyak. Oleh sebab itu, biji buah alpukat sering pula dijadikan sebagai salah satu bahan penting untuk membuat kosmetik.

Biji yang dilapisi kulit berwarna kecoklatan ini biasanya berukuran 2,5 hingga 5 cm. Jika dibelah, bagian dalam dari biji alpukat berwarna putih. Biji tersebut juga bisa langsung kamu manfaatkan sebagai benih pohon alpukat baru.

Daun

Daun pohon alpukat bertipe tunggal, maksudnya adalah dalam satu tangkai hanya terdapat satu daun. Umumnya, tangkai daun alpukat bisa tumbuh sekitar 1,5 hingga 5 cm. Bentuk daun alpukat seperti telur, agak lonjong dengan bagian ujung yang sedikit meruncing.

Tekstur permukaan daun alpukat terasa seperti kulit jika dipegang. Sementara itu, bagian pinggir daun ini sedikit menggulung ke atas dengan bentuk tulang daun yang menyirip. Umumnya, panjang daun alpukat bisa mencapai 20 cm, sedangkan lebar daunnya bisa mencapai 10 cm.

Sama seperti daun pohon pada umumnya, warna daun pohon alpukat adalah hijau dengan permukaan yang semakin mengkilap seiring bertambahnya usia daun. Namun, saat masih muda warna daun pohon alpukat adalah merah serta memiliki rambut-rambut halus.

Mengetahui ciri-ciri pohon alpukat, mulai dari bagian akar hingga daunnya akan membuatmu lebih mudah saat ingin membudidayakan jenis pohon ini. Oleh sebab itu, sebelum memutuskan untuk menanam sebuah pohon sebaiknya kamu jangan lupa untuk terlebih dahulu mencari tahu karakteristik khususnya yang berkaitan dengan struktur morfologi dari pohon tersebut.

Sumber: https://tasseminar.oscas.co.id/

Tinggalkan komentar