Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Klasifikasi Lumut Kerak

Klasifikasi Lumut Kerak

Lumut kerak merupakan simbiosis antara jamur dan ganggang dengan masing-masing julukan mycobion untuk jamur simbiosis dan fikobion untuk ganggang simbiosis. Dalam istilah lain lumut kerak merupakan gabungan antara fungi dan alga sehingga dalam konsep morfologi memiliki sifat satu kesatuan. 

Di bawah ini pengklasifikasian lumut kerak beserta morfologi serta ciri-ciri yang dimilikinya.

Pengklasifikasian lumut kerak ditinjau berdasarkan habitat, jenis jamur, struktur talus, dan pendistribusian sel alga


Klasifikasi lumut kerak berdasarkan habitatnya

  1. Lignicolous
  2. Lumut yang hidup dan tumbuh di batang kayu, contohnya adalah cyphellum.
  3. Saxicolous
  4. Lumut yang hidup dan tumbuh di bebatuan, contohnya adalah peltigera.
  5. Corticolous
  6. Lumut yang hidup dan tumbuh di kulit kayu, contohnya adalah parmelia.
  7. Terricolous
  8. Lumut yang hidup dan tumbuh di permukaan tanah, contohnya adalah cladonia floerkeana.

Klasifikasi lumut kerak berdasarkan jenis jamurnya

  • Basidiolichen
  • Lumut yang melakukan simbiosis dengan jamur basidiomycota, contohnya adalah dictyonema.
  • Ascolichen
  • Lumut yang melakukan simbiosis dengan jamur ascomycota.
  • Gymnocarpae
  • Lumut yang memiliki badan buah berupa apothecium, contohnya adalah usena.
  • Pyrenocarpae
  • Lumut yang memiliki badan buah berupa parithecium, contohnya adalah verrucaria.

Klasifikasi lumut kerak berdasarkan struktur talusnya

  • Fruticose, Karakteristik talusnya adalah bercabang dan tegak serta memiliki jumbai yang sangat lebat, contohnya adalah usnea.
  • Leprose lichen, Karakteristik talusnya yaitu menyerupai sisik-sisik kecil serta menempel di permukaan substrat, contohnya adalah lepraria.
  • Crustose, Karakteristik talusnya hampir menyerupai kerak dan melekat erat pada substrat di beberapa area tertentu, contohnya adalah graphis.
  • Foliose, Karakteristik talus yaitu menyerupai daun semi datar namun berkeluk keluk serta melekat dan menyebar pada substrat, contohnya adalah parmelia.

Klasifikasi lumut kerak berdasarkan model pendistribusian komponen alga

  • Heteromerous thalli, yaitu Sel alga memiliki bentuk lapisan yang relatif berbeda. Hal ini bisa maknai dengan perbedaan lapisan antara zona alga dan hifa jamur, contohnya adalah parmelia.
  • Homoisomerous thalli, yaitu sel alga memiliki bentuk lapisan yang relatif sama, sehingga pendistribusiannya cukup merata di area talus, contohnya adalah collema.

Morfologi lumut kerak dan ciri-cirinya

Berdasarkan sampel yang diambil, lumut kerak berjenis foliose memiliki tiga bagian tubuh yang bisa digambarkan morfologinya dengan sangat jelas. Adapun bagian tubuh tersebut meliputi korteks atas, medula, dan korteks bawah dengan masing-masing karakteristiknya sebagai berikut.

  • Korteks atas

Bagian ini merupakan jalinan yang memiliki ciri khas berbentuk padat. Umumnya istilah korteks bagian atas pada morfologi lumut kerak yang secara khusus dianalisis menggunakan sampel foliose disebut sebagai pseudoparenchyma hifa dan jamur.

Sel yang satu ini memiliki bentuk material layaknya gelatin dengan fungsi sebagai perlindungan. Adapun sel yang dimaksud adalah jalinan yang memiliki kemampuan untuk saling mengisi terhadap material tersebut.


  • Medulla

Medulla sendiri merupakan bagian dari morfologi lumut kerak yang terdiri dari lapisan hifa serta bentuknya berjalinan. Hifa yang terdapat pada medulla ini tersebar di bagian tengah yang mengarah ke segala arah. Area persebaran medulla ini sangat luas dan longgar serta dilindungi oleh dinding yang tebal.

Adapun hifa jamur yang berada di bagian lebih dalam tersebar di area sumbu dengan karakteristik sangat tebal pada bagian atas dan cenderung tipis di bagian ujungnya. Lapisan yang terbentuk di dalamnya membentuk suatu hubungan antara dua pembuluh.

  • Korteks bawah

Berbeda dari struktur yang terdapat pada korteks dan medulla, korteks bawah sendiri terdiri dari struktur hifa dengan teksturnya yang padat serta membentang di permukaan talus. Adapun posisi struktur ini berbentuk vertikal yang sejajar pada kulit bagian luar.

Karakteristik yang terdapat pada korteks bagian bawah lebih mengarah pada ciri-ciri layaknya akar sehingga dinamakan dengan rhizines. Adapun bagian ini terdiri dari berbagai jenis lumut kerak yang sebenarnya tidak memiliki korteks bawah sehingga keberadaannya digantikan oleh lembaran tipis sebagai alat pelindung.

Adapun kerak lumut secara umum memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  • Merupakan produk yang dihasilkan dari simbiosis antara jamur dengan ganggang.
  • Habitatnya berada permukaan pohon, tanah, dan bebatuan.
  • Tergolong tumbuhan pionir karena mampu hidup di bebatuan.
  • Karakteristik fisiknya menyerupai talus yang tersusun dari miselium dan hifa.
  • Mampu hidup ketika terjadi perubahan cuaca dan kelembaban.
  • memiliki sistem perkembangbiakan secara aseksual dan seksual.
Demikian uraian singkat mengenai kerak lumut yang bisa dipahami mengenai klasifikasi, morfologi, dan ciri-cirinya.


Klasifikasi Lumut Kerak - Garda nasional

Posting Komentar untuk "Klasifikasi Lumut Kerak"