Penjelasan tentang GDD (Global Developmental Delay) pada Anak

 

GDD (Global Developmental Delay) berkaitan erat dengan kondisi di mana seorang anak tertinggal perkembangannya. Baik itu, keterampilan motorik maupun non motorik.  

Pada umumnya, tingkat keterlambatan perkembangan anak akan diperkirakan sekitar 5-10%. Sementara itu, terjadinya kondisi pada anak di bawah usia 5 tahun secara khusus diperkirakan sekitar 1-3%.

Penjelasan GDD (Global Developmental Delay)

GDD merupakan gangguan saraf yang ditandai dengan keterlambatan signifikan dalam dua atau lebih tonggak perkembangan. Tonggak tersebut mencakup kemampuan bicara bahasa, keterampilan motorik kasar halus, serta keterampilan pribadi-sosial atau kemandirian. Berikut penjelasannya:

1. Diagnosa Global Development Delay

Secara khusus, diagnosis Global Developmental Delay sendiri hanya berlaku untuk anak dibawah lima tahun. Di mana pada usia tersebut, tes IQ mungkin tidak akan memberikan hasil yang akurat atau dapat diandalkan. 

Oleh karena itu, kondisi tersebut digunakan sebagai istilah umum. Hal ini bertujuan untuk menandakan terjadinya keterlambatan yang signifikan di berbagai tonggak perkembangan hingga anak mencapai usia lebih spesifik.

2. Cara Deteksi Global Development Delay

Umumnya, Global Developmental Delay akan terdeteksi hanya melalui pemindaian perkembangan. Hal ini tentu melibatkan penggunaan alat pindai perkembangan yang sesuai dengan laporan orang tua. 

Identifikasi dini terhadap kondisi ini memungkinkan intervensi cepat. Bahkan, sangat penting sekali mengoptimalkan perkembangan anak serta mengatasi anak terlambat tumbuh.

3. Pelatihan Anak GDD

Pada dasarnya, anak Global Developmental Delay perlu pelatihan khusus yang akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Ada berbagai cara dan intervensi yang terbukti efektif seperti pendidikan khusus usia dini, terapi fisik, program Birth to Three, terapi wicara, serta terapi okupasi. 

Program Birth to Three bisa dilakukan sampai usia tiga tahun. Pelatihan ini lebih fokus untuk membantu anak mencapai tonggak perkembangan yang terlewat. Sementara itu, untuk pendidikan khusus usia dini akan memberikan edukasi lebih spesifik yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. 

Sedangkan, terapi wicara dan terapi fisik juga akan untuk membantu memperbaiki kemampuan motorik dan bahasanya. Selain itu, sudah ada pula terapi okupasi yang akan membantu anak mengembangkan kemampuan motorik halus dan kemampuan adaptif.

Melalui pelatihan tersebut diharapkan anak yang mengalami lambat bicara bisa teratasi dengan tepat. Sebab, jika anak GDD dibiarkan begitu saja maka akan memperburuk kondisinya.

Tinggalkan komentar